Pelatihan Pola Busana Muslim Wanita dan Aplikasi Imbuh untuk Kelompok Usaha Mawar 15, Kp. Sodong, Kab.Bandung Barat.

Pelatihan Pola Busana Muslim Wanita dan Aplikasi Imbuh untuk Kelompok Usaha Mawar 15, Kp. Sodong, Kab.Bandung Barat.

Pada bulan Oktober sampai dengan November 2018, Program Kriya Tekstil dan Mode, Diwakili oleh Dosen Pola dan Adibusana serta mahasiswa melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Pelatihan Pola Busana Muslim Wanita dan Aplikasi Imbuh untuk Kelompok Usaha Mawar 15, Kp. Sodong, Kab.Bandung Barat. Kelompok Usaha Mawar 15 merupakan sebuah kelompok usaha yang dibentuk oleh ibu ibu rumah tangga di sekitar area tersebut, dan diketuai oleh Ibu Etty Rusmiati sebagai pengelola kelompok usaha tersebut.

Kelompok Mawar 15

Salah satu kegiatan rutinyang dilakukan oleh kelompok usaha Mawar 15 adalah menerima pesanan untuk pembuatan suvenir berupa tas lipat untuk institusi dan perorangan. Lebih lanjut, kelompok usaha ini turut menyediakan jasa membuat seragam berupa T-Shirt atau Polo Shirt dengan tambahan bordir atau sablon, bekerja sama dengan kelompok karang taruna setempat untuk pembuatan bordir dan sablon.

Kelompok Usaha Mawar 15, dengan potensi dan sumber daya yang telah ada, berniat mempelajari keterampilan baru, terutama melihat adanya potensi untuk menyediakan jasa pembuatan busana wanita dan anak anak untuk kebutuhan wisuda, pernikahan, dan seragam kegiatan bagi konsumen di lingkungan sekitar kelompok usaha tersebut.

Berdasarkan pemaparan tersebut, maka bentuk pelatihan yang diberikan oleh kelompok pengabdian masyarakat Program Studi Kriya Tekstil dan Mode difokuskan kepada praktek pembuatan pola busana sederhana dan aplikasi imbuh yang telah disederhanakan, sehingga dapat diaplikasi dengan mudah oleh ibu-ibu kelompok usaha Mawar 15.

Pelatihan yang telah dilaksanakan sebanyak empat (4) kali praktek tatap muka, dimulai dari pelatihan membuat pola busana dengan memanfaatkan bentuk geometris sederhana, sehingga penggunaan rumus pola busana menjadi tidak signifikan, kecuali untuk ukuran dasar wajib berupa lebar bahu, lebar dada, dan lebar pinggul serta panjang lengan. Pada proses ini, ibu-ibu peserta turut diberikan edukasi perihal metode pemotongan pola busana dengan konsep zero waste. Salah satu permasalahan Kelompok Usaha Mawar 15 adalah bagaimana mengelola limbah hasil pemotongan material tekstil yang umumnya hanya dibuang ke TPU. Lebih lanjut, penggunaan material tekstil menjadi kurang optimal sehingga mempengaruhi harga produksi untuk produk tas atau busana.

Proses Pelatihan

Selain pelatihan mengenai proses pembuatan pola busana busana, sebagai tambahan ilmu, kelompok usaha Mawar 15 turut diajarkan bagaimana membuat aplikasi imbuh berupa aplikasi payet dan bahan lace sebagai pendukung estetika pada busana. Pada materi pelatihan ini, ibu-ibu peserta memanfaatkan material lace sederhana dan dikreasikan kembali dengan payet  sebagai aplikasi imbuh setelah busana selesai dibuat.

Proses Pelatihan

Proses pelatihan yang berlangsung selama empat (4) minggu dibagi menjadi dua sesi yang mencakup pelatihan pola busana sederhana dengan teknik geometris dan metode pemotongan zero waste serta pelatihan aplikasi imbuh.

Pelatihan dimulai dengan proses pembuatan pola busana sederhana dengan memanfaatkan bentuk geometris, kemudian  dilanjutkan dengan pendampingan proses penjahitan. Lebih lanjut, setelah proses penjahitan, busana kemudian diberikan aplikasi imbuh payet dan lace, yang telah dimodifikasi terlebih dahulu sebelum di aplikasikan pada busana dengan proses jahit manual (jahit manual).

Hasil Akhir

Diharapkan dengan adanya edukasi perihal metode zero waste dan pembuatan pola busana sederhana ini, Kelompok Usaha Mawar mampu menawarkan jasa pembuatan busana untuk seragam dan busana wisuda, ataupun busana hari raya dengan harga jual yang lebih terjangkau untuk konsumen di sekitar lingkungan tersebut. Lebih lanjut, untuk kedepannya kelompok usaha ini akan mempunyai rasa percaya diri untuk turut menawarkan pada brand-brand lokal untuk jasa makloon.

Suasana Kegiatan

No Comments

Post A Comment